Selasa, 23 Juni 2009

12. Sex pasca menopause

Seks pasca menopause

clip_image001

Menopause bukan tanda akhir dari aktivitas seksual seorang wanita.

Adalah berupa sebuah fakta bilamana bagi sebagian wanita aktivitas keintiman menjadi lebih baik pada masa pertengahan usia.

Beberapa tahun yang lalu, Judy Grant, seorang pengacara wanita yang berusia 52 tahun, mendapatkan kenyataan bahwa dirinya sudah tidak lagi mendapatkan periode haid, vagina terasa lebih kering dibandingkan biasanya dan gairah seksual teramat sulit untuk dibangkitkan. Wanita ini mulai cemas dan berpikir bahwa kehidupan seksualnya akan segera berakhir. Dia pernah mendengar bahwa pada saat menopause, wanita akan kehilangan gairan dan kemampuan seksualnya. Namun setelah menggunakan bahan pelicin (lubrikasi) dan menyesuai kan pengharapan seksualnya agar lebih baik, dia merasakan bahwa dia justru merasakan kesenangan yang lebih dari biasanya. Dia terutama sangat menyenangi belaian dan kemanjaan antara dia dan suaminya yang berlangsung lebih lama sebelum mereka mencapai puncak kenikmatan melalui hubungan seksual.

Seperti halnya dengan Judy, banyak sekali kaum wanita yang mengkhawatirkan bahwa dengan adanya menopause maka berakhir pula gairah dan kesenangan seksual mereka. Kecemasan ini terutama berasal dari mitos bahwa wanita paruh baya atau wanita tua akan kehilangan daya tariknya dan menjadi aseksual. Selain itu, mereka seringkali mencampur-adukkan pengertian tentang kemampuan untuk hamil dan hilangnya gairah seksual.

Berdasarkan apa yang disampaikan oleh Paula Doress-Worters, pengarang buku The New Ourselves, Growing Older and The New Our Bodies, Ourselves" maka dapat dikemukakan bahwa tidak ada alasan untuk menyatakan bahwa seksualitas wanita pada usia pertengahan selalu bermasalah.

Meskipun menopause mendatangkan perubahan fisiologi yang dapat mengganggu aktivitas seksual, 70 sampai 80% wanita menopause tidak mengalami penurunan aktivitas dan kepuasan seksual.

Bagaimana cara anda menerima perubahan yang terjadi saat menopause, hal itulah yang akan memberikan dampak berarti dalam kesehatan dan kenikmatan seksual. Beberapa wanita menopause mengalami peningkatan gairah seksual mereka manakala mereka menyadari bahwa mereka tak perlu lagi cemas dengan terjadinya kehamilan akibat hubungan seksual dan pula, anak-anak mereka sudah dewasa dan tak lagi memerlukan perhatian mereka.

Perubahan saat menopause yang mempengaruhi kehidupan seksual

Perubahan fisiologis akibat menopause kadang-kadang mengganggu aktivitas dan gairah seksual pada sejumlah wanita. Perubahan dapat terjadi pada lubrikasi, dinding vagina gairah seksual, dorongan seksual dan orgasme yang mengakibatkan kegiatan seksual menjadi kurang mengenakkan dan kurang menyenangkan.

Kekeringan vagina dan nyeri saat hubungan seksual.

Masalah yang paling sering terjadi adalah vagina yang kering, meskipun sebenarnya hanya 20% wanita yang merasakannya. Dinding vagina menjadi tipis dan kurang lentur. Terdapat rasa pedih, panas dan kadang nyeri atau berdarah saat melakukan sanggama.

Lubrikasi dengan bahan dasar air dapat mengatasi kekeringan vagina yang terjadi. Jangan gunakan lubrikan dengan bahan dasar petroleum (vaselin). Vitamin E atau krim pelembab juga dapat digunakan sebagai lubrikan.

Bila lubrikan atau pelembab masih kurang menolong maka dapat diberikan krim estrogen vagina untuk mengatasi masalah kekeringan vagina.

Stimulasi dan orgasme

Beberapa orang wanita mengalami orgasme yang lebih jarang dan kurang kuat saat menopause. Pada mereka diperlukan waktu yang lama untuk meningkatkan gairah seksual.

Hampir pada semua wanita, hubungan seksual yang teratur atau masturbasi dapat membantu meningkatkan respon dan kenikmatan seksual. Aktivitas tersebut dapat mempertahankan fungsi atau peranan rahim, vagina serta kandung kemih serta meningkatkan lubrikasi vagina. Kegel Exercise, latihan ini meningkatkan kontraksi otot panggul sekitar vagina yang memembantu penguatan otot-otot vagina.

Hasrat seksual

Hilangnya gairah seksual secara temporer atau jangka panjang terjadi pada sejumlah wanita selama dan sesudah menopause. Penyebab dari keadaan ini antara lain:

  • Lelah
  • Stress
  • Penyakit
  • Masalah hubungan pribadi
  • Masalah psikologis
  • Efek samping terapi medikamentosa
  • Perubahan hormon
  • Rasa tidak enak akibat perubahan fisik yang terjadi selama menopause.

Gangguan hubungan suami istri seringkali menjadi kambuh akibat adanya perubahan-perubahan selama menopause. Gangguan hubungan ini memerlukan penanganan dari seorang ahli seksologi.

Bila masalahnya terletak pada faktor hormonal maka pemberian estrogen akan dapat dengan mudah menyelesaikan masalah yang terjadi.

Tidak ada kaitan langsung antara kadar estrogen dengan gairah seksual. Masalah yang utama adalah akibat keringnya vagina dan rasa nyeri saat hubungan seksual.

Kadar hormon, derajat kesehatan umum dan perubahan sosial sehubungan dengan usia serta efek mental dan emosional bekerja sama dalam perubahan seksual selama menopause.

Menurunnya kadar testosteron diduga berperan dalam penurunan gairah seksual. Hal ini masih belum terbukti secara ilmiah. Hormon estrogen terdapat dalam bentuk pil atau injeksi serta krim. Namun dalam penggunaannya perlu diingat adanya efek samping.

Peningkatan keintiman

Perubahan yang terjadi pada usia pertengahan memungkinkan untuk melakukan eksplorasi pengalaman seksual yang baru dan berbeda. Laki-laki juga mengalami perubahan seperti misalnya agar dapat mengalami ereksi diperlukan waktu yang lama.

Permainan pendahuluan yang lebih lama akan dapat meningkatakan kesiapan seksual pada wanita. Memusatkan perhatian pada sensualitas, keintiman dan komunikasi dapat memperbaiki hubungan seksual.

Terdapat berbagai cara untuk memperlihatkan perasaan cinta anda selain hanya sekedar sanggama. There are many ways of expressing your love besides intercourse:

  • Pelukan, belaian dan ciuman
  • Sentuhan, mengusap, memijat , “sensual baths”
  • Rangsangan manual
  • Oral sex

Hubungan seksual pasca menopause dapat benar-benar memuaskan bila anda mampu untuk melakukan adaptasi perubahan yang terjadi.

Catatan mengenai pengendalian kesuburan dan seks aman

Bila anda melakukan sanggama, anda harus menggunakan pencegahan kehamilan sebelum anda-anda benar tidak mendapatkan haid selama 12 bulan berturut-turut. Pencegahan terhadap penyakit menular seksual harus tetap diperhatikan. Kecuali bila anda hanya mempunyai satu pasangan seksual, anda harus menggunakan kondom.


Rujukan :

  1. The American Medical Association (ed.). AMA Essential Guide to Menopause. Pocket Books; 2000.
  2. Avis NE, et al. Is there an association between menopause status and sexual functioning?Menopause. 2000;7(5):297-309.
  3. Barbach L. The Pause: Positive Approaches to Perimenopause and Menopause. Penguin Books; 2000.
  4. Can menopause change your sex life? United States National Institutes of Health website. Available at: http://eos13.cit.nih.gov/NIA/news/pr/2000/1013b.htm.
  5. Doress-Worters P, Siegal DL. The New Ourselves, Growing Older: Women Aging With Knowledge and Power. Touchstone Books; 1994.
  6. Greenwood S. Menopause Naturally: Preparing for the Second Half of Life. Volcano Press; 1996.
  7. Landau C, Cyr M, Moulton A. The Complete Book of Menopause: Every Woman's Guide to Good Health. Perigee; 1995.
  8. The North American Menopause Society (NAMS) http://www.menopause.org
  9. National Institute on Aging http://www.nih.gov/nia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar